Kotagede: Kota Tua Jogja yang Menyimpan Jejak Kerajaan Mataram!. Gambar : ig @imin_imon

Kotagede: Kota Tua Jogja yang Menyimpan Jejak Kerajaan Mataram!


Kotagede: Kota Tua Jogja yang Menyimpan Jejak Kerajaan Mataram!. Gambar : ig @imin_imon
23 November 2025 11:00
23/11/2025
483
ig @imin_imon

Kotagede: Kota Tua Jogja yang Menyimpan Jejak Kerajaan Mataram!

dijogja.co -

Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Jogja dan pengin eksplorasi lebih dari sekadar Malioboro atau pantai, cobalah untuk mampir ke Kotagede. Kawasan ini menyimpan cerita panjang tentang sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Islam, dan masih mempertahankan banyak warisan budaya yang hidup sampai sekarang.

Kotagede bukan cuma sekadar “kota tua”, tapi juga pernah jadi pusat kekuasaan Mataram Islam pada akhir abad ke-16. Dibangun oleh Panembahan Senopati, tempat ini dulunya adalah pusat pemerintahan, tempat tinggal bangsawan, dan pusat kegiatan politik serta keagamaan. Kini, meski fungsinya sudah berubah, Kotagede tetap menyimpan banyak jejak sejarah yang bisa kamu rasakan langsung saat menyusuri gang-gangnya.

Makam Raja-Raja Mataram: Napak Tilas Sejarah Besar

sumber ig @endriwisastro

Salah satu tempat paling sakral dan bersejarah di Kotagede adalah Kompleks Makam Raja Mataram, tempat dimakamkannya Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam. Lokasinya berada dalam area yang dijaga ketat, dikelilingi tembok batu tinggi dengan nuansa mistis yang kental.

Untuk masuk ke area makam inti, pengunjung wajib mengenakan pakaian adat Jawa, yang biasanya bisa dipinjam di area pintu masuk. Suasananya sangat tenang, bahkan hening, membuat siapa pun yang masuk ke dalam akan merasa seperti “terlempar” ke masa lalu.

Selain sebagai objek wisata sejarah, tempat ini juga masih sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah. Terutama di hari-hari tertentu seperti malam Jumat Kliwon atau saat haul raja, kompleks makam ramai dikunjungi oleh orang-orang yang datang untuk berdoa dan mengenang sejarah leluhur mereka.

Masjid Mataram: Masjid Tua yang Masih Aktif

sumber ig @halothiya1

Tak jauh dari kompleks makam, ada Masjid Gedhe Mataram, salah satu masjid tertua di Yogyakarta yang masih digunakan hingga hari ini. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1580-an dan menjadi bagian dari kompleks kerajaan.

Arsitekturnya masih asli, dengan atap tumpang tiga khas masjid Jawa kuno, tiang-tiang kayu jati besar, serta bangunan dapur umum atau pawon di belakang masjid yang dulunya dipakai untuk memasak saat ada hajatan kerajaan. Pemandangan masjid yang dikelilingi tembok batu dan pepohonan tua ini menghadirkan kesan damai dan khidmat yang sulit ditemui di tempat lain.

Sisa Tembok Kota & Benteng Cepuri

sumber ig @desembriarto

Kotagede dulunya dikelilingi oleh tembok kota dan benteng pertahanan yang disebut Cepuri. Sekarang, sisa-sisa tembok itu masih bisa ditemukan di beberapa titik di pinggir kampung. Meski hanya tinggal potongan tembok batu, tempat ini tetap jadi saksi bisu masa kejayaan Mataram.

Banyak wisatawan senang menyusuri rute jalan kaki keliling Kotagede, menyambung dari masjid ke makam, lalu lanjut ke bekas benteng. Rute ini dikenal sebagai "heritage walk", dan bisa kamu lakukan dalam waktu sekitar 1–2 jam dengan santai.

Rumah Kalang: Gaya Jawa yang Berpadu dengan Kolonial

sumber ig @chicitourtravel

Selain bangunan peninggalan kerajaan, Kotagede juga terkenal dengan Rumah Kalang, yaitu rumah-rumah besar milik para saudagar kaya yang bergaya campuran arsitektur Jawa dan Eropa. Rumah ini biasanya punya halaman luas, dinding tinggi, dan ornamen yang mewah.

Sebagian rumah Kalang masih difungsikan sebagai tempat tinggal, tapi ada juga yang dibuka untuk umum sebagai galeri, toko perak, atau guest house. Buat kamu yang suka arsitektur atau fotografi, area ini jadi spot foto yang menarik banget.

Hidupnya Budaya di Tengah Modernitas

sumber ig @i_ramadhan

Yang menarik, meskipun Kotagede sudah berkembang dan dikelilingi kehidupan kota, warga lokal masih menjaga kearifan budaya Jawa. Mulai dari tradisi nyekar, kegiatan gotong royong, sampai kebiasaan menjaga kebersihan kampung dan halaman rumah tetap dijalankan dengan konsisten.

Bahkan beberapa kampung di Kotagede dijuluki sebagai kampung budaya, karena warganya secara aktif melestarikan seni, tradisi, dan bangunan kuno yang diwariskan turun-temurun.

Iklan

HUT RI ke 81
Jasa Pembuatan Website Jogja tour Travel
Pasang Iklan Gratis

Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]