Ramadan di Jogja selalu punya suasana yang beda. Menjelang sore, jalanan mulai dipenuhi orang yang keluar rumah bukan cuma cari makan buat buka, tapi juga sekadar jalan santai sambil nunggu adzan. Dari kampung sampai pusat kota, suasananya hidup — ada yang bawa anak kecil, ada yang boncengan habis kerja, ada juga wisatawan yang baru sadar kalau ngabuburit di sini rasanya lebih hangat.
Ngabuburit di Jogja memang bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka. Banyak pedagang musiman muncul, makanan tradisional yang jarang ditemui di hari biasa tiba-tiba mudah ditemukan, dan hampir semua tempat terasa lebih akrab. Biasanya mulai terasa ramai sekitar jam setengah empat sore, lalu makin padat menjelang magrib.
Kalau kamu lagi cari tempat buat jalan sore sambil berburu takjil, ini beberapa titik yang hampir tiap tahun selalu jadi favorit warga.
Pasar Ramadan Warungboto
Di kawasan permukiman ini tiap sore berubah jadi pasar kecil yang hidup. Mulai dari kolak, es buah, gorengan sampai lauk siap makan tersedia lengkap. Banyak warga sekitar datang lebih awal karena semakin sore antreannya cepat panjang.
Lembah UGM
Area terbuka yang luas bikin tempat ini cocok buat duduk santai. Mahasiswa, keluarga, sampai pasangan sering memilih ke sini karena bisa sekalian menikmati udara sore. Penjual takjil biasanya berjejer di pinggir jalan, dari minuman segar sampai makanan berat.
Taman Pelangi Monjali
Kalau ingin ngabuburit sambil jalan santai, area sekitar Monjali cukup nyaman. Parkir relatif gampang dan pilihan jajanan lumayan banyak. Anak muda biasanya mulai berdatangan setelah jam empat sore.
.png)
Kampoeng Ramadan Jogokaryan
Salah satu pusat Ramadan paling terkenal di Jogja. Ratusan menu berkumpul di satu kawasan, dari makanan khas daerah sampai minuman kekinian. Suasananya selalu padat menjelang buka, jadi datang lebih awal hampir jadi aturan tak tertulis.
Pasar Sore Kauman
Ngabuburit di sini rasanya lebih khas karena dekat kawasan wisata religi di Yogyakarta. Banyak jajanan tradisional yang justru jarang muncul di luar bulan puasa. Banyak keluarga memilih jalan kaki santai sebelum berbuka.
Pasar Sore Ramadan Nitikan (Jalur Gaza)
Tempat ini terkenal ramah kantong. Menu sederhana tapi lengkap, cocok buat beli banyak tanpa khawatir dompet kaget. Biasanya mulai padat sekitar pukul 16.30.
Ramadan Fest GIK UGM
Buat yang ingin suasana lebih modern, area ini sering dipakai event komunitas. Selain kuliner, biasanya ada musik atau kegiatan kecil yang bikin waktu menunggu buka terasa cepat.
Malioboro
Kalau lagi di pusat kota, hampir pasti orang berakhir di sini. Sambil jalan kaki, kamu bisa nemu banyak penjual takjil dadakan. Menjelang magrib suasananya semakin ramai, terutama akhir pekan.
Alun-Alun Kidul
Pilihan klasik warga Jogja. Banyak yang datang bukan cuma beli makanan tapi sekalian duduk di lapangan. Cocok buat buka bareng teman karena tempatnya lega.
Titik Nol Kilometer
Tempat ini jadi favorit wisatawan. Banyak yang ngabuburit sambil foto-foto lalu beli takjil sederhana dari pedagang kaki lima. Ramai dari sore sampai malam.
Secara umum waktu paling enak datang sekitar pukul 15.30 sampai sebelum jam 17.00. Setelah itu hampir semua tempat mulai penuh. Harga makanan juga relatif bersahabat — bahkan dengan uang belasan ribu sudah bisa dapat beberapa menu buka.
Ramadan di Jogja selalu terasa sederhana tapi hangat. Mungkin karena di sini ngabuburit bukan sekadar beli makanan, melainkan momen jalan sore yang dinikmati bareng banyak orang. Baca juga Kabar Jogja lainnya.
Iklan
Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]