Swarnacitta Jogja: 20 Jam Wayang Kulit Nonstop di Plaza Ambarrukmo. Gambar :

Swarnacitta Jogja: 20 Jam Wayang Kulit Nonstop di Plaza Ambarrukmo


Swarnacitta Jogja: 20 Jam Wayang Kulit Nonstop di Plaza Ambarrukmo. Gambar :
01 Maret 2026 20:27
01/03/2026
480

Swarnacitta Jogja: 20 Jam Wayang Kulit Nonstop di Plaza Ambarrukmo

dijogja.co -

Awal Maret nanti suasana Jogja bakal terasa beda. Bukan cuma ramai karena Ramadan mulai mendekat, tapi juga karena Plaza Ambarrukmo merayakan ulang tahun ke-20 dengan cara yang nggak biasa lewat budaya. Perayaan bertajuk Swarnacitta ini bukan sekadar event mall, tapi lebih mirip panggung besar tempat tradisi Jawa tampil penuh wibawa di tengah kota.

Yang paling menarik tentu pertunjukan wayang kulit selama 20 jam nonstop. Mulai siang sampai pagi, pengunjung bisa menyaksikan kisah legendaris Jumenengan Ramawijaya dibawakan banyak dalang secara bergantian. Ada puluhan sinden, iringan gamelan, dan alur cerita yang mengalir tanpa putus. Biasanya wayang identik dengan semalam suntuk di desa atau pendopo, tapi kali ini hadir di ruang modern tanpa kehilangan rasa sakralnya.

Dikutip dari Instagram @plazaambarrukmo, pertunjukan ini menghadirkan 20 dalang dan 20 sinden yang tampil bergantian dalam satu rangkaian cerita. Pihak penyelenggara juga menyebut konsepnya sebagai pertemuan filosofi Nusantara dengan energi ruang publik modern.

Acara berlangsung 4 sampai 5 Maret 2026 di area Roof Space Plaza Ambarrukmo. Dari pukul 14.00 sampai 10.00 pagi, pengunjung bebas datang dan pergi, ada yang menonton serius, ada juga yang sekadar mampir, duduk sebentar, lalu kembali lagi malamnya. Justru di situ serunya. Wayang jadi terasa dekat, bukan hanya milik penonton senior, tapi juga anak muda yang mungkin baru pertama kali melihat langsung.

Menariknya lagi, tiap dalang membawa gaya berbeda. Ceritanya tetap sama, tapi penafsiran dan energi panggung berubah-ubah. Jadi walau datang dua kali, rasanya tetap beda.

Puncaknya ada di tanggal 5 Maret sore. Setelah semalam penuh cerita wayang, suasana berubah jadi arak-arakan budaya lewat Grebek 5.306. Ribuan sajian legomoro disiapkan lalu dibagikan ke masyarakat di kawasan Yogyakarta.

Masih dari unggahan @plazaambarrukmo, Grebek ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan, di mana makanan tradisional dibagikan sebagai filosofi berbagi rezeki kepada siapa saja yang hadir.

Perayaan ini juga diklaim mencatatkan Rekor MURI, menandai bagaimana budaya masih punya tempat besar di tengah pusat perbelanjaan. Jogja memang sering membuktikan satu hal: tradisi tidak harus jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia bisa hadir di mall, di jalan, atau di ruang publik selama orang masih mau menikmatinya. Baca juga Event Jogja lainnya.

Iklan

HUT RI ke 81
Jasa Pembuatan Website Jogja tour Travel
Pasang Iklan Gratis

Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]