Keraton Jogja meniadakan tradisi Mubeng Beteng Malam 1 Suro. Pihak keraton beralasan kasus positif Corona atau COVID-19 di DIY saat ini masih tak menentu.
"Karena COVID-19 di DIY tak menentu, Mubeng Beteng ditiadakan," kata Penghageng Urusan Keprajan Kawedanan Parintah Hageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat KRT Wijaya Pamungkas, saat dihubungi wartawan, Kamis (28/7/2022).
@kratonjogja
Keraton Jogja memutuskan mengganti tradisi Mubeng Beteng dengan doa bersama. Doa bersama ini akan digelar di Bangsal Ponconiti.
"Hanya diadakan umbul dungo. Umbul dongo itu wujud doa bersama dilaksanakan pada malam hari, malam Sabtu (29/7) di Bangsal Ponconiti," ujar Wijaya.
Wijaya menjelaskan doa bersama itu pun digelar dengan jumlah terbatas. Meski di Bangsal Ponconiti Kompleks Keraton bisa menampung sampai seribu lebih, sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) akan dibatasi 300 orang.
"Terbatas, hanya 300-an orang. Abdi dalem, tidak semuanya. Karena prokes," jelasnya.
Untuk Keraton Jogja, lanjut Wijaya, tiap malam 1 Suro tak pernah mengeluarkan pusaka. Tapi lebih mengedepankan kebersamaan rakyat dengan Keraton.
"Tidak pernah mengeluarkan pusaka. Tapi kebersamaan rakyat dengan Keraton. Diadakan mocopatan yang isinya doa-doa," jelasnya.
Untuk acara doa bersama ini, lanjutnya, mocopatan akan mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Usai mocopatan, baru acara inti dimulai.
Baca selengkapnya : detik.com
Iklan
Mau Pasang Iklan? Email: hi@dijogja.co