Ada dua jenis gudeg yang umum ditemukan, yakni gudeg basah dan gudeg kering. Kedua jenis gudeg ini memiliki beberapa perbedaan. Salah satu paling mencolok adalah teksturnya. Selain itu, warna, cita rasa, dan lama penyimpanan makanan khas Yogyakarta ini juga menjadi pembeda keduanya.
Selengkapnya, simak lima perbedaan gudeg basah dan gudeg kering berikut ini.
Persis namanya, tekstur gudeg basah dan gudeg kering berbeda. Gudeg basah memiliki kuah areh yang mengandung banyak air. Hendi Tri Utomo, penerus generasi ketiga Gudeg Yu Djum mengatakan, gudeg kering juga mengandung areh, tetapi lebih mengental.
Perbedaan gudeg basah dan gudeg kering juga bisa dilihat dari warnanya. Satu lebih mencolok, sementara lainnya cenderung pucat. "Kalau gudeg kering warnanya lebih condong gelap, merah kecoklatan. Kalau gudeg basah warnanya lebih pucat dan terang," jelas Hendi saat ditemui Kompas.com di Kampoeng Legenda 2022, Kamis (27/10/2022).
Sumber: merdeka.com
Menurut Hendi, gudeg kering lebih tahan disimpan lama dibandingkan dengan gudeg basah. Gudeg basah umumnya hanya bertahan selama empat sampai enam jam setelah dimasak, sedangkan gudeg kering bisa disimpan hingga dua minggu. "Gudeg kering bisa tahan 24 jam di luar freezer. Masuk freezer tahan satu sampai dua minggu. Kalau disimpan di kulkas bisa tiga sampai empat harian," kata dia.
Sri Sunarti, pemilik Gudeg Permata di Yogyakarta menuturkan, gudeg basah biasanya disajikan dengan sambal goreng krecek yang berkuah. "Sambal gorengnya kalau kering kan juga enggak ada kuahnya," ujar Sunarti, seperti dikutip Kompas.com.
Cita rasa gudeg basah dan gudeg kering menjadi pembeda terakhir dari makanan yang terbuat dari nangka ini. Rasa gudeg kering umumnya manis, sementara gudeg basah terasa gurih dan pedas. Namun, hal ini bisa berbeda di tiap warung gudeg, seperti disimpaikan Hendi.
Sumber: kompas.com
Iklan
Mau Pasang Iklan? Email: hi@dijogja.co