Rencana menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian kembali dimatangkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program yang sempat tertunda ini kini ditargetkan mulai berjalan pada 2026, dengan berbagai penataan pendukung yang sedang disiapkan secara bertahap.
Sekretaris Daerah DIY menyebut, target awal sebenarnya direncanakan sejak 2025. Namun kondisi di lapangan dinilai belum siap, terutama terkait mobilitas masyarakat, penataan parkir, serta keberadaan pedagang di jalur-jalur penyangga Malioboro.
Selama ini, masih banyak kendaraan yang melintas langsung di Jalan Malioboro. Ditambah lagi parkir liar dan aktivitas pedagang di jalur sirip yang membuat fungsi akses jalan menjadi tidak maksimal. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah utama sebelum Malioboro benar-benar steril dari kendaraan bermotor.
Ketika Malioboro resmi menjadi kawasan pejalan kaki penuh, dampaknya bukan hanya pada lalu lintas, tetapi juga pada aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitarnya. Karena itu, Pemda DIY bersama Pemkot Jogja tengah menginventarisasi berbagai kebutuhan, mulai dari solusi parkir hingga pengaturan ulang lokasi pedagang.
Jalur sirip Malioboro nantinya difungsikan sebagai akses dua arah tanpa harus menembus kawasan utama. Untuk parkir, masyarakat diperbolehkan membuka kantong parkir komunal, termasuk memanfaatkan area rumah warga, selama bukan di bahu jalan.
Penataan ini juga tidak berdiri sendiri. Jalan Mataram dan Jalan Bhayangkara akan ikut dihitung sebagai bagian dari satu sistem jaringan lalu lintas baru, agar penutupan Malioboro tidak memicu kemacetan di titik lain.
Bagi pelaku usaha, skema distribusi barang juga akan diatur ulang. Kendaraan pengangkut barang hanya diperbolehkan masuk pada jam tertentu di pagi hari. Ke depan, bahkan direncanakan ada sistem tiket atau izin khusus bagi kendaraan yang benar-benar memiliki kepentingan usaha di Malioboro.
Pengaturan serupa akan diterapkan untuk akses hotel di sekitar kawasan. Tamu hotel akan diarahkan melalui jalur alternatif tanpa harus melintasi Jalan Malioboro.
Semua langkah ini menjadi bagian dari persiapan besar menuju Malioboro yang lebih ramah pejalan kaki, tertib, dan nyaman dinikmati tanpa lalu lintas kendaraan bermotor pada 2026 mendatang.
Iklan
Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]