Bukan Genset, Dusun di Kulon Progo Ini Tetap Terang Meski PLN Padam. Gambar : kompas

Bukan Genset, Dusun di Kulon Progo Ini Tetap Terang Meski PLN Padam


Bukan Genset, Dusun di Kulon Progo Ini Tetap Terang Meski PLN Padam. Gambar : kompas
21 Juni 2026 22:27
21/06/2026
360
kompas

Bukan Genset, Dusun di Kulon Progo Ini Tetap Terang Meski PLN Padam

dijogja.co -

Saat sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik, suasana berbeda justru terlihat di Padukuhan Blumbang, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo. Ketika listrik PLN padam, rumah-rumah warga di dusun ini tetap menyala seperti biasa.

Rahasianya bukan karena menggunakan genset atau sumber listrik cadangan lainnya. Warga Blumbang sudah bertahun-tahun memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran irigasi di wilayah setempat.

Selama air masih mengalir menuju area persawahan, pembangkit tersebut tetap menghasilkan listrik untuk kebutuhan warga sehari-hari.

Dukuh Blumbang, Ratiyono, mengatakan hampir seluruh rumah di dusunnya kini telah terhubung dengan jaringan listrik mikrohidro. Dari lebih dari 100 rumah yang ada, hanya dua rumah yang belum memanfaatkan fasilitas tersebut.

Menariknya, biaya yang harus dikeluarkan warga tergolong sangat murah. Setiap bulan mereka hanya membayar iuran sebesar Rp 5.000 yang digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan fasilitas pembangkit.

Meski biayanya ringan, listrik yang dihasilkan cukup membantu aktivitas masyarakat. Tidak hanya untuk penerangan rumah, tetapi juga digunakan untuk menyalakan televisi, kulkas, hingga peralatan usaha rumahan.

Beberapa pelaku usaha kuliner di dusun tersebut bahkan memanfaatkan listrik mikrohidro untuk mengoperasikan mixer berdaya besar dan berbagai peralatan produksi lainnya.

Bagi warga, keberadaan pembangkit ini bukan sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat terjadi pemadaman listrik dari PLN, aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan normal.

Meski demikian, warga tidak sepenuhnya meninggalkan sambungan PLN. Jaringan listrik nasional tetap dipertahankan sebagai cadangan apabila aliran irigasi harus dihentikan sementara untuk perawatan atau perbaikan saluran air.

Menurut Ratiyono, ide pembangunan mikrohidro mulai diterima warga sekitar satu dekade lalu. Saat itu, wilayah Kalibawang yang berada di kawasan perbukitan cukup sering mengalami gangguan listrik, terutama ketika hujan deras melanda.

Kondisi tersebut membuat masyarakat menyambut baik program pemanfaatan tenaga air sebagai sumber energi mandiri. Selain dianggap lebih stabil, biaya operasionalnya juga jauh lebih terjangkau.

Manfaatnya kini semakin dirasakan. Selain membantu menghemat pengeluaran listrik rumah tangga, pembangkit mikrohidro juga mendukung penerangan lingkungan serta aktivitas ekonomi warga.

Jogoboyo Kalurahan Banjararum, Agus Sumarwata, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik masih sesekali terjadi di beberapa wilayah desa. Bahkan dalam kondisi cuaca cerah, gangguan listrik masih dapat terjadi beberapa kali dalam sepekan.

Karena itu, keberadaan PLTMH di Dusun Blumbang menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat setempat. Saat daerah lain harus menunggu listrik kembali menyala, warga Blumbang tetap bisa menjalankan aktivitas tanpa banyak terganggu.

Kisah dari dusun kecil di Kulon Progo ini menunjukkan bahwa energi terbarukan bukan sekadar wacana. Dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar, masyarakat mampu menciptakan sumber listrik mandiri yang murah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Baca juga Kabar Jogja lainnya.

 

Iklan

HUT RI ke 81
Jasa Pembuatan Website Jogja tour Travel
Pasang Iklan Gratis

Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]