Rencana pengembangan transportasi di Jogja kembali masuk babak baru. Kali ini, konsep yang dibahas tidak lagi soal reaktivasi rel lama, melainkan menghadirkan kereta yang bisa berjalan di jalan aspal layaknya bus.
Gagasan ini muncul dari kerja sama antara Pemerintah Daerah Yogyakarta dengan Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste. Pembahasan dilakukan dalam pertemuan di kawasan Stasiun Tugu pada Rabu (8/4/2026).
Selama ini, rencana menghadirkan jalur kereta menuju Bantul sebenarnya sudah cukup lama dibahas. Namun, hasil kajian beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa reaktivasi jalur rel lama bukan perkara mudah.
Banyak jalur yang sudah tertutup bangunan dan tidak memungkinkan untuk dihidupkan kembali. Dari situlah muncul alternatif baru. Moda yang digunakan tetap kereta, tapi tidak berjalan di atas rel, melainkan langsung di jalan aspal.
Konsep ini dinilai lebih realistis karena tidak membutuhkan pembangunan rel baru yang memakan biaya besar dan sering terkendala ruang. Secara fungsi, sistemnya tetap seperti kereta, tetapi lebih fleksibel dalam pengoperasian.
Selain membahas konektivitas ke Bantul, kerja sama ini juga fokus pada pengembangan transportasi rendah emisi. Jogja mulai diarahkan menuju sistem mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu ide yang ikut dibahas adalah digitalisasi dan elektrifikasi transportasi tradisional seperti becak dan andong. Tujuannya agar moda transportasi khas Jogja ini tetap relevan dan bisa terintegrasi dalam sistem modern tanpa kehilangan identitasnya.
Di sisi lain, kawasan Stasiun Tugu juga disiapkan untuk berkembang dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD. Artinya, kawasan stasiun tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang, tapi juga terhubung dengan area bisnis, perkantoran, hingga hunian.
Pendekatan ini diharapkan bisa membuat mobilitas masyarakat lebih efisien karena berbagai aktivitas bisa terpusat dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Meski berbagai rencana sudah disiapkan, tantangan terbesar masih ada di tahap eksekusi. Pemerintah daerah berharap adanya dukungan teknis dan investasi dari pihak Inggris agar proyek ini bisa benar-benar terealisasi.
Dari sisi pelestarian, perhatian juga diberikan pada kawasan heritage. Pengembangan transportasi di sekitar Stasiun Tugu diharapkan tetap menjaga nilai historis yang sudah melekat sejak lama.
Bahkan, peluang pemanfaatan lahan Sultan Ground juga mulai dibuka untuk mendukung pengembangan transportasi publik ini.
Pihak Kedutaan Besar Inggris sendiri menyatakan komitmennya untuk mendukung Jogja dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih inklusif dan rendah emisi. Baca juga Kabar Jogja lainnya.
Iklan
Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]