Malioboro Disiapkan Jadi Full Pedestrian Tahun Ini, Kendaraan BBM Bakal Dibatasi. Gambar : Malioboro. Foto  @jogja24jam ⁣

Malioboro Disiapkan Jadi Full Pedestrian Tahun Ini, Kendaraan BBM Bakal Dibatasi


Malioboro Disiapkan Jadi Full Pedestrian Tahun Ini, Kendaraan BBM Bakal Dibatasi. Gambar : Malioboro. Foto  @jogja24jam ⁣
05 Februari 2026 17:24
05/02/2026
404
Malioboro. Foto @jogja24jam ⁣

Malioboro Disiapkan Jadi Full Pedestrian Tahun Ini, Kendaraan BBM Bakal Dibatasi

dijogja.co -

Pemerintah DIY kembali mematangkan rencana besar menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian. Tahun 2026 ini disebut sebagai fase penting menuju Malioboro yang benar-benar ramah pejalan kaki, sekaligus lebih tertib dari sisi lalu lintas, parkir, hingga moda transportasi yang boleh beroperasi.

Kebijakan ini bukan sekadar penutupan jalan, tetapi bagian dari penataan ruang publik jangka panjang. Tujuannya jelas: mengurangi emisi di pusat kota dan membuat kawasan Malioboro semakin nyaman dinikmati dengan berjalan kaki.

Target awal sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2025. Namun berbagai pertimbangan teknis dan sosial membuat penerapannya harus dilakukan bertahap. Mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di sekitar Malioboro menjadi perhatian utama sebelum kebijakan ini benar-benar dijalankan penuh.

Tahap awal difokuskan pada penataan jalan-jalan penyangga. Jalan Mataram, Jalan Bhayangkara, dan kawasan sekitarnya akan disiapkan sebagai jalur alternatif yang menampung peralihan arus kendaraan ketika Malioboro nantinya steril dari lalu lintas bermotor.

Selain itu, persoalan parkir dan keberadaan pedagang kaki lima juga ikut ditata. Pemda DIY bersama dinas terkait tengah menginventarisasi kantong parkir komunal sekaligus menyiapkan pola penataan PKL agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan.

Yang cukup menarik, nantinya kendaraan berbahan bakar minyak tidak lagi diperbolehkan melintas di sepanjang Malioboro. Tidak hanya kendaraan pribadi, tetapi juga angkutan umum berbasis BBM, bentor, hingga bajaj akan dibatasi.

Sebagai gantinya, kawasan ini akan diisi moda transportasi ramah lingkungan seperti becak listrik dan bus listrik Si Thole yang sudah mulai dikenal warga Jogja.

Dinas Perhubungan DIY juga menyiapkan pemasangan portal di sejumlah akses masuk Malioboro serta skema khusus untuk bongkar muat logistik bagi pelaku usaha, dengan pengaturan waktu yang ketat.

Ke depan, konsep pembatasan kendaraan ini bahkan akan dikaji untuk diterapkan bertahap di sepanjang Sumbu Filosofi Jogja, tentunya dengan pendekatan yang disesuaikan karakter masing-masing kawasan.

Malioboro pelan-pelan diarahkan menjadi ruang publik yang lebih manusiawi, lebih bersih, dan benar-benar menjadi tempat berjalan kaki yang nyaman tanpa dominasi kendaraan bermotor.

Iklan

HUT RI ke 81
Jasa Pembuatan Website Jogja tour Travel
Pasang Iklan Gratis

Mau Pasang Iklan? Email: [email protected]